Ponpes El-Fira Purwokerto Luncurkan Kampung Inggris

Pondok Pesantren Modern El Fira Purwokerto, Jawa Tengah, meluncurkan kawasan pesantren yang disebut sebagai Kampung Inggris bernama Unique Course atau Use. Kampung Inggris ini terletak di Kampung Tanjlig RT 06/07 Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas.

Yuni Anjarwati, Kepala Program Kampung Inggris Pesantren Elfira, mengatakan bahwa konsep Kampung Inggris ini adalah membangun sebuah kampung yang warganya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.

Uniknya, kata dia, Kampung Inggris ini berada di perkampungan pinggir sungai kecil yang juga merupakan kompleks Pesantren El Fira 3, Purwokerto. Dari Pesantren pinggir sungai ini, ia berharap agar bahasa Inggris bisa menjadi bahasa utama pesantren yang kemudian beranjak menjadi bahasa warga kampung Tanjlig.

“Sesuai namanya, unique course itu akan membuat Kampung Inggris di Purwokerto. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi influencer, dari kampung pinggir kali, bank of the river ini kita membuat kursusan-kursusan,” katanya, Minggu malam (26/5).

Yuni mengakui konsep Kampung Inggris di Pesantren Elfira 3 ini tak berbeda jauh dari Kampung Inggris Pare, Kadiri, Jawa Timur. Pasalnya, ia sendiri adalah salah satu inisiator Kampung Inggris Pare yang kini berhijrah ke Purwokerto. Latihan berbahasa Inggris dititikberatkan pada membiasakan siswa atau santri untuk bercakap Inggris tiap hari.

“Sebenarnya, konsepnya tak jauh berbeda dari Pare. Kami mendidik orang awam, pelajar atau pun mahasiswa yang zero Inggris agar memiliki soft skill, tentang Inggris itu sendiri,” kata Yuni

Menurut dia, titik berat pendidikan yang terpenting dilakukan untuk membiasakan bahasa Inggris adalah dengan cara menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama saat bercakap-cakap. Dengan demikian, peserta dan santri akan terbiasa menggunakan bahasa ini.

“Kampung Inggris yang sekarang sudah terkenal itu kan di Pare, Kediri. Warga purwokerto sekitarnya dulu, mungkin anak-anak SMA, lulusan SMA dan sebagainya,” katanya.

Dia mengemukakan, sementara ini, yang mengikuti Unique Course secara intensif di Kampung Inggris berjumlah 25 orang. Mereka berasal dari kalangan santri dan siswa di sekitar Purwokerto dan Cilacap.

Meskipun demikian, Ia  menyatakan bahwa seluruh santri Elfira yang berjumlah 400-an orang  juga diwajibkan untuk mengikuti program meski tak seintensif 25 peserta khusus itu. Pasalnya, santri El Fira juga masih memiliki kewajiban lain, yakni bahasa Arab.

“Santri El Fira belajar secara bertahap. Sekarang masih di bahasa Arabnya dulu. Nanti bahasa Inggrisnya kita intensifkan,” ucap dia.

Yuni yakin Kampung Inggris Pesantren El Fira ini akan cepat berkembang. Pasalnya, sebagian besar santri di Elfira adalah mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi Purwokerto, terutama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. Dengan begitu, langkah membiasakan bahasa Inggris ini bisa cepat diterapkan.

“Dari santri atau mahasiswa yang terbiasa berbahasa Inggris nanti akan berpengaruh kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

sumber: gatra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *