Kapan Malam Lailatul Qadr? Penjelasan Ulama Lengkap

Kapan malam Lailatul Qadr terjadi? Simak penjelasan ulama dari kitab tafsir dan hadis tentang waktu, tanda, dan amalan di malam Lailatul Qadr.

3/6/20263 min read

Kapan malam Lailatul Qadr sebenarnya terjadi? Pertanyaan ini sering muncul setiap bulan Ramadhan. Malam Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat mulia karena Allah SWT menyebutnya lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, banyak umat Islam berusaha mencari dan menghidupkan malam tersebut dengan berbagai ibadah.

Selain itu, malam Lailatul Qadr memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena pada malam inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa besar ini menjadi salah satu alasan mengapa Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa.

Para ulama menjelaskan tentang Lailatul Qadr dalam berbagai kitab tafsir, hadis, dan kitab nasihat yang dipelajari di pesantren. Beberapa di antaranya adalah Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Ihya’ Ulumuddin, Fathul Bari, Lubabul Hadits, Durratun Nasihin, dan Tafsir al-Munir.

Pengertian Malam Lailatul Qadr

Secara bahasa, Lailatul Qadr berasal dari dua kata, yaitu lailah yang berarti malam dan qadr yang berarti kemuliaan atau ketetapan. Karena itu, para ulama sering menyebut malam ini sebagai malam kemuliaan.

Pada malam tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat dan keberkahan kepada manusia. Selain itu, Allah juga menetapkan berbagai takdir bagi makhluk-Nya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Dalam Tafsir Jalalain, Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan turunnya Al-Qur’an pada malam yang penuh keberkahan.

Sementara itu, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadr yang berada di bulan Ramadhan. Penjelasan ini merujuk pada firman Allah:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Para ulama kemudian menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Pertama, Allah menurunkan Al-Qur’an dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadr. Setelah itu, malaikat Jibril menyampaikan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama sekitar 23 tahun.

Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadr?

Al-Qur’an tidak menyebutkan secara pasti kapan malam Lailatul Qadr terjadi. Namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Carilah malam Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah juga menjelaskan bahwa malam tersebut biasanya terdapat pada malam-malam ganjil.

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)

Karena itu, umat Islam biasanya memperbanyak ibadah pada malam:

  • malam ke-21

  • malam ke-23

  • malam ke-25

  • malam ke-27

  • malam ke-29

Sementara itu, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa banyak riwayat menunjukkan kemungkinan besar Lailatul Qadr terjadi pada malam ke-27 Ramadhan. Meskipun demikian, Allah tetap merahasiakan waktunya agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Keutamaan Malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan, Allah menjelaskan secara langsung keutamaannya dalam Al-Qur’an.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)

Menurut penjelasan dalam Tafsir Jalalain, ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadr lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan yang tidak terdapat malam tersebut.

Selain itu, Allah juga menurunkan para malaikat ke bumi pada malam tersebut. Mereka membawa rahmat, keberkahan, dan doa bagi orang-orang yang beribadah hingga terbit fajar.

Kemudian, Imam As-Suyuthi dalam kitab Lubabul Hadits juga menjelaskan berbagai hadis tentang keutamaan malam Lailatul Qadr serta besarnya pahala bagi orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadr

Para ulama dalam berbagai kitab klasik menjelaskan beberapa amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadr.

1. Shalat malam

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadr dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Membaca Al-Qur’an

Karena malam ini berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an.

3. Memperbanyak doa

Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca pada malam Lailatul Qadr. Rasulullah kemudian mengajarkan doa berikut:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)

4. I’tikaf

Selain itu, Rasulullah SAW juga melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Imam Al-Ghazali menjelaskan hal ini dalam kitab Ihya’ Ulumuddin sebagai salah satu cara untuk mencari malam Lailatul Qadr.

Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadr

Para ulama menjelaskan bahwa Allah memiliki hikmah besar dalam merahasiakan waktu Lailatul Qadr.

Dalam kitab Durratun Nasihin, disebutkan beberapa hikmah dirahasiakannya malam tersebut, di antaranya:

  • Agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan

  • Agar manusia tidak hanya beribadah pada satu malam saja

  • Agar umat Islam meningkatkan keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah

Dengan demikian, umat Islam terdorong untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Kesimpulan

Malam Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat mulia dan penuh keberkahan dalam bulan Ramadhan. Walaupun Al-Qur’an tidak menyebutkan secara pasti waktunya, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Dengan cara tersebut, seorang muslim berharap dapat memperoleh keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadr serta mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya.

Referensi Kitab Pesantren

  • Tafsir Jalalain – Imam Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi

  • Tafsir Ibnu Katsir – Imam Ibnu Katsir

  • Ihya’ Ulumuddin – Imam Al-Ghazali

  • Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari – Ibnu Hajar al-Asqalani

  • Lubabul Hadits – Imam Jalaluddin as-Suyuthi

  • Durratun Nasihin – Syekh Utsman bin Hasan al-Khubbawi

  • Tafsir al-Munir – Wahbah az-Zuhaili