Khutbah Idul Adha 2026
Khutbah Idul Adha ini mengangkat hikmah kisah Nabi Ibrahim AS tentang keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan penuh terhadap takdir Allah SWT. Mengajak jamaah memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah atas kehendak Allah. Manusia hanya bisa berencana, namun Allah yang menentukan yang terbaik bagi hambanya. Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia, sehingga kita diajak untuk menjaga hati dari kebencian, iri, dan hawa nafsu setan. Khutbah ini juga mengingatkan agar setiap ibadah, langkah, dan perbuatan dilakukan dengan khusyuk serta ikhlas hanya karena Allah SWT, seraya memohon agar selalu dibimbing ke jalan yang lurus.
KHUTBAH PERTAMA
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
أَللهُ أَكْبَرْكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ الْحَمْدُ ِللهِ، الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada hari raya Idul Adha yang penuh berkah ini, marilah kita mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah yang mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, kesabaran, dan keyakinan penuh terhadap ketentuan Allah SWT.
Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya yang sangat beliau cintai, beliau tetap taat kepada Allah. Padahal secara manusia itu adalah ujian yang sangat berat. Namun beliau yakin bahwa segala ketentuan Allah pasti mengandung hikmah dan kebaikan.
Allah SWT berfirman:
Dalil Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
"Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu. Ia menjawab: Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
(QS. As-Saffat: 102)
أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dari kisah ini kita belajar bahwa semua yang terjadi dalam hidup manusia adalah atas kehendak Allah SWT. Manusia boleh berencana, tetapi Allah-lah yang menentukan hasil akhirnya.
Kadang kita kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai harapan, padahal bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
Dalil Tentang Ketentuan Allah
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)
أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah SWT Maha Membolak-balikkan hati manusia. Hari ini seseorang tidak suka, besok Allah bisa membalikkan hatinya menjadi sayang. Hari ini seseorang enggan membantu, namun ketika Allah menggerakkan hatinya maka ia datang menolong.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ
"Sesungguhnya hati anak Adam seluruhnya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah Yang Maha Pengasih, Allah membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya."
(HR. Muslim)
Karena itu janganlah kita menutup hati yang bersih dengan kebencian, iri hati, dan hawa nafsu setan. Jangan sampai hati kita dipenuhi dendam dan permusuhan.
Allah SWT berfirman:
Dalil Tentang Bahaya Hawa Nafsu
وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
"Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah."
(QS. Shad: 26)
أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Marilah kita menjalankan ibadah dengan khusyuk dan sungguh-sungguh karena Allah SWT. Jadikan setiap langkah hidup kita hanya untuk Allah. Bekerja karena Allah, membantu orang lain karena Allah, beribadah karena Allah, dan hidup pun karena Allah.
Allah SWT berfirman:
Dalil Tentang Keikhlasan
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ
"Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya."
(QS. Al-An’am: 162–163)
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita ke jalan yang lurus.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
الحمد لله حمدًا كثيرًا كما أمر، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إرغامًا لمن جحد به وكفر، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله سيد البشر.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum memperbaiki diri, membersihkan hati, memperkuat keikhlasan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Jangan biarkan hati kita dikuasai kebencian dan hawa nafsu. Sebab hati yang bersih akan mudah menerima hidayah Allah SWT.
Mari kita yakin bahwa apa pun takdir yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi hambanya. Tugas kita hanyalah berikhtiar, berdoa, bersabar, dan bertawakal kepada Allah SWT.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barangsiapa bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya."
(QS. At-Talaq: 3)
Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki kita, menjaga keluarga kita, dan selalu membimbing kita di jalan yang lurus hingga akhir hayat.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ وَاهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


